Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Al Yasin Ali tiba-tiba mengamuk saat pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Pelantikan yang berlangsung di lantai 2 kediaman Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate, Senin (16/3/2020), itu awalnya berjalan dengan lancar.
Namun, suasana berubah ketika Wagub Al Yasin tiba di lokasi acara pelantikan.
Kronologi yang dihimpun Kompas.com, pelantikan 11 pejabat eselon II itu rencananya diadakan di lantai 4 Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi, sekitar pukul 10.00 WIT.
Ruangan telah dihias dan makanan ringan dihidangkan di ruangan pelantikan itu.
Namun, lokasi acara tiba-tiba dipindahkan ke Kota Ternate tanpa sepengetahuan Al Yasin.
Al Yasin yang telah berada di Kantor Gubernur merasa curiga karena para tamu undangan dan pejabat yang akan dilantik mulai meninggalkan ruangan.
Ruangan pun akhirnya sepi.
Al Yasin pun mencari tahu apa yang terjadi.
Setelah mengetahui lokasi pelantikan dipindahkan, ia menuju lokasi menggunakan kapal cepat.
Masih mengenakan jas hitam dan kopiah, Al Yasin menelepon Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba ketika tiba di kediaman Gubernur.
Namun, Abdul Gani tak menjawab.
Gubernur Al Yasin langsung naik menuju lantai 2.
Ia mendapati Gubernur Abdul Gani sedang memberikan sambutan pada acara pelatikan pejabat eselon II.
Al Yasin pun emosi.
Ia langsung berteriak sembari menunjuk Gubernur Abdul Gani beberapa kali.
“Kita kan paket, kenapa tidak ada koordinasi dengan saya.
Harusnya pelantikan dilaksanakan di Kantor Gubernur Sofifi, kenapa harus diarahkan ke Ternate, dan tidak ada koordinasi sama sekali dengan saya, ada apa,” kata Al Yasin.
Mendengar amukan itu, suasana pelantikan berubah.
Akan tetapi, Gubernur Abdul Gani masih melanjutkan sambutannya.
Al Yasin pun mencoba mendekati Gubernur Abdul Gani dan Kepala Dinas Kepegawaian Daerah yang hadir dalam acara pelantikan itu.
Hal itu membuat suasana pelantikan semakin panas.
Beberapa pejabat mencoba menenangkan Al Yasin, sedangkan Gubernur dibawa ke ruangan lain untuk ditenangkan.
Wartawan yang mencoba mengambil gambar juga sempat dilarang.
Acara pelantikan pun berhenti seketika. Beberapa menit kemudian, Wagub digiring ke lantai 1, kemudian menaiki mobilnya.
“Kalian tulis pelantikan kacau, tidak ada koordinasi sama sekali dengan saya, ada apa?” kata Wagub lagi sebelum meninggalkan kediaman Gubernur.
Saat ditemui di kediamannya, Wagub Al Yasin menceritakan, pemindahan lokasi pelantikan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Selain itu, Gubernur Abdul Gani tak mengabulkan usul kandidat untuk salah satu posisi dari 12 pejabat eselon II yang akan dilantik.
"Saya punya hanya satu nama yang saya usul saja, di Dinas Bencana Alam, tapi itu tidak diakomodasi," ujar Al Yasin.
Padahal, Al Yasin mengaku telah ada kesepakatan dengan Gubernur untuk mengakomodasi permintaan itu.
Namun, Gubernur Abdul Gani hanya melantik 11 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Malut.
“Minimal Gubernur Malut memberikan koordinator sebab kita kan satu paket,” katanya lagi.
Penjelasan Pemprov
Wakil gubernur Provinsi Maluku Utara, Al Yasin Ali mengamuk saat acara pelantikan pejabat eselon II di Kota Ternate, Senin (16/3/2020)(KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASAN)
Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba enggan menanggapi kericuhan yang terjadi saat pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Provinsi Maluku Utara pada Senin (16/3/2020).
Saat itu, Wakil Gubernur Al Yasin mengamuk dan menunjuk-nunjuk Gubernur Abdul Gani yang sedang memimpin acara pelantikan 11 pejabat eselon II.
Usai menggelar rapat, Abdul Gani langsung memasuki kediamannya dan meninggalkan wartawan yang telah menunggu.
"Mau istirahat dulu," kata Abdul Gani di kediamannya, Selasa (17/3/2020).
Sementara itu, Kepala Biro Protokoler, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Provinsi Maluku Utara M Muliadi Tutupoho mengatakan, kejadian itu terjadi bukan saat pelantikan tapi pascapelantikan.
Insiden itu terjadi karena ada kesalahan pahaman antara Wagub Al Yasin dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Idrus Assagaf.
"Itu hanya miss komunikasi antara Kepala BKD dan Wagub, tapi prinsipnya tidak ada masalah, hanya miss saja," kata Muliadi kepada Kompas.com.
Muliadi mengatakan, insiden itu tak mengganggu kinerja pemerintahan Provinsi Maluku Utara.
Pemerintahan masih berjalan seperti biasa.
Saat ditanya tentang perubahan lokasi pelantikan yang dikeluhkan Wagub Al Yasin, Muliadi menyebut hal itu terjadi secara mendadak.
LAcara pelantikan itu seharusnya diselenggarakan di Kantor Gubernur, Sofifi.
Tapi, pelantikan dipindahkan ke kediaman gubernur di Kota Ternate.
"Jadi memang perpindahan itu mendadak," kata Muliadi.
Mulyadi menjelaskan, pemindahan lokasi pelantikan karena Gubernur Abdul Gani baru saja menghadiri wisuda terbuka di Kabupaten Halmahera Selatan.
Gubernur, kata dia, tak bisa melanjutkan perjalanan ke Sofifi, karena faktor kesehatan dan dilarang dokter.
"Tidak bisa melanjutkan karena larangan dokter untuk istirahat dulu, sehingga agenda di sana (Sofifi) dialihkan ke Ternate,” kata Muliadi.
Muliadi menegaskan, kericuhan di ruang pelantikan itu terjadi karena kesalahpahaman Wagub Al Yasin dengan Kepala BKD Idrus.
"Makanya kemarahan pak wagub kemarin itu ke Kepala BKD,” katanya lagi.
Sementara ditanya soal satu titipan wagub yang tidak diakomodasi Gubernur Abdul Gani, Muliadi enggan menanggapi.
“Kalau yang itu saya tidak bisa,” jelas Muliadi.
Editor: Ilham Arsyam
0 komentar:
Posting Komentar