Selasa, 18 Februari 2020

Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Serangan Jantung Pagi Hari (Morning Surge), Ini Gejala Khasnya

Aktor Ashraf Sinclair suami penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) meninggal dunia akibat serangan jantung di pagi hari (morning surge).

Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Serangan Jantung Pagi Hari (Morning Surge), Ini Gejala Khasnya

Perlu mengenali gejala khas morning surge agar terhindar dari serangan jantung mendadak di pagi hari.

Morning surge adalah  kondisi ketika tekanan darah manusia meningkat di pagi hari.

Menurut Howard E LeWine, MDD dalam tulisannya di Harvard Health Publising, morning surge bisa menyebabkan sleep apnea yang yang diketahui sebagai penyebab tekanan darah tinggi pada pagi hari.

Sleep Anea inilah yang menyebabkan saluran napas bagian atas menyempit atau otot pernapasan berhenti bergerak.

Gejala dari sleep apnea biasanya karena tidur mendengkur, kualitas tidur yang buruk, dan rasa kantuk berlebihan pada siang hari.

Jika Anda memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas sebaiknya segera konsultasi ke dokter karena ada kemungkinan memiliki gejala sleep anea.

Selain itu menjaga pola makan dan hidup secara sehat dengan berolahraga secara teratur bisa membantu menurunkan tekanan darah setiap saat.

Kabar buruknya, Morning Surge ini seperti mesin pembunuh yang banyak dialami orang Asia.

Berdasarkan beberapa sumber, Morning Surge banyak dialami orang Asia ketimbang orang Eropa. seperti ditulis oleh NCBI.

Menurut studi di Jepang, Morning Surge menganalisis 611 pasien hipertensi di pagi hari, hasilnya Morning Surge dialami oleh orang tua.

Kebiasaan yang sering dilakukan orang Asia ternyata juga menjadi pemicu terjadinya Morning Surge.

Seperti kebiasaan minum alkohol, dan merokok yang bisa memengaruhi kinerja organ tubuh.

Melansir National Heart, Lung, and Blood Institute, serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang kaya oksigen ke bagian otot jantung tiba-tiba tersumbat sehingga jantung tidak dapat mendapatkan oksigen.

Jika aliran darah tidak pulih dengan cepat, bagian otot jantung mulai mati.

Namun, mengapa banyak serangan jantung yang terjadi di pagi hari?

Penyebab serangan jantung di pagi hari

Gejala medis seperti serangan jantung di pagi hari ini juga dikaitkan dengan morning surge, yaitu kondisi ketika tekanan darah meningkat di pagi hari.

Orang yang memiliki kondisi morning surge disebut memiliki risiko lebih besar untuk terkena serangan jantung atau serangan stroke di pagi hari, yaitu saat tekanan darahnya meningkat.

Morning surge juga sering menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung pada pagi hari.

Selain itu, serangan jantung yang terjadi di pagi hari seringkali dikaitkan oleh para peneliti dengan irama sirkardian.

Pada pagi hari, terjadi peningkatan sekresi hormon tertentu yang digerakkan oleh sirkardian, terutama epinefrin, norepinefrin, dan kortisol.

Kondisi ini memicu peningkatan permintaan oksigen dan tekanan darah.

Faktor-faktor ini dapat meningkatkan aktivitas sirkulasi.

Selain itu, produksi sel-sel progenitor endotel, yang memiliki peran penting dalam memperbaiki lapisan pembuluh darah, juga mengikuti pola sirkadian.

Sel-sel ini berjumlah lebih sedikit pada aktivitas sirkulasi di pagi hari.

Penurunan kadar dari sel-sel ini menyebabkan tekanan pada saat pemeliharaan endotel.

Mengutip Britannica, kondisi tersebutlah yang disebut oleh para ilmuwan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung saat bangun tidur di pagi hari.

Penjelasan yang serupa juga disebutkan dalam sebuah penelitan yang diterbitkan di jurnal Nature.

Penelitian dalam jurnal tersebut mengidentifikasi hubungan antara irama sirkadian dengan peningkatan risiko serangan jantung di pagi hari.

Ciri-ciri

Biasanya, orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan rasa sakit hebat di dada.

Seringkali rasa sakit ini menyebar ke lengan, leher, hingga punggung.

Rasa sakitnya disebut mirip dengan angina pektoris atau nyeri dada akibat penyakit jantung koroner, tetapi dengan durasi yang lebih lama.

Gejala umum lain yang biasanya dialami adalah sesak napas, berkeringat, mual, detak jantung yang cepat, dan seringkali disertai dengan satu atau lebih aritmia (detak jantung tidak teratur), dan penurunan tekanan darah.

Intensitas gejala tersebut bergantung pada ukuran otot yang terkena serangan jantung.

Sebagian kecil orang tidak mengalami rasa sakit saat terkena serangan jantung.

Kasus ini dapat didiagnosis dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) rutin.

Berdasarkan hasil penelitian dari jurnal Heart yang mempelajari lebih dari 800 pasien serangan jantung di Spanyol, serangan jantung yang terjadi di pagi hari cenderung lebih buruk daripada mereka yang mengalami serangan jantung pada siang dan malam.

Mereka menemukan bahwa 21 persen kematian pada kasus yang mereka kumpulkan terjadi pada pagi hari.

Para ahli mengatakan bahwa siklus bangun tidur alami dari tubuh dapat menjelaskan perbedaan risiko yang terjadi, tetapi masih dibutuhkan lebih banyak riset untuk mengonfirmasi penemuan ini.

Namun, penemuan tersebut memastikan bahwa jam tubuh seseorang selama 24 jam dapat mempengaruhi risiko serangan jantung yang terjadi.

Selain itu, ada pula bukti yang menyebutkan bahwa peningkatan serangan jantung di pagi hari berkaitan dengan stres dan tekanan darah.

Oleh karena itu, pengelolaan stres akan sangat membantu. Sebab, upaya ini dapat menurunkan semua faktor risiko penyakit jantung.

Akan tetapi, penelitian tersebut menunjukkan bahwa puncak dari serangan jantung yang terjadi di pagi hari lebih disebabkan oleh biologis daripada akibat perilaku atau gaya hidup tertentu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Morning Surge, Kenapa Serangan Jantung Banyak Terjadi di Pagi Hari?",

Editor: Tri Mulyono

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar